Prompt #17 : Penerimaan Raport

Tags

Teacher at board

sumber gambar di sini

Suasana sekolah sudah mulai ramai oleh para orang tua murid yang hendak mengambil raport anaknya. Aku sedikit gugup. Bukan karena murid-muridku, semuanya naik kelas, tapi karena hal lain.

Aku sedang bergegas menuju ke ruang kelas IV ketika sebuah suara memanggilku dari arah gerbang sekolah.

“Bu Sisca!” aku menoleh ke arah sumber suara. Ternyata Rani dan siapa perempuan di sebelahnya itu? apakah dia orangnya? kuhentikan langkahku, menunggu mereka.

“Bu Sisca, kenalkan ini Bundanya Rani, Bunda ini Bu Sisca guru dan wali kelas Rani,” Rani mengenalkan kami berdua secara bergantian. Ku ulurkan tangan untuk menyalaminya, dia menyambutnya dengan senyum hangat. Ada rasa kurang nyaman yang aku rasakan.

“Bunda, Bu Sisca ini baik sekali lho. Semua anak kelas IV menyukainya,” celotehan Rani membuatku tersipu.

“Oh ya? tapi bukan berarti Rani tidak ingin naik kelas V kan?” Seloroh Bundanya, kamipun tertawa bersamaan.

“Terima kasih Bu Sisca, sudah mendidik dan membimbing Rani di kelas IV ini, semoga tidak merepotkan ya,” sambungnya kemudian, membuatku kikuk.

“Itu sudah tugas saya Bu, tidak merepotkan sama sekali kok,” kataku menimpali ucapannya.

***

“Aku sudah bertemu dengannya. Dia cantik dan baik.” Kataku pada suamiku saat kami sedang makan malam.

“Dia siapa?” tanyanya sambil lalu.

“Bundanya Rani.” Suamiku menggenggam tanganku di atas meja saat aku menjawab siapa perempuan yang kumaksud.

“Oh, terus kalian ngobrol apa saja?”

“Obrolan biasa, tidak ada yang penting.” Aku menatap mata suamiku, mencoba menerka-nerka apa yang ada dalam pikirannya.

“Sayang, aku tahu perasaanmu.” suamiku menatap pilu, terlihat merasa bersalah saat mengucapkan itu.

“Yah, ini memang sudah resiko diriku bukan?” aku menatapnya pasrah, “hanya saja, kadang aku merasa iri.”

“Sudahlah, bukankah yang terpenting sekarang aku di sini bersamamu?”

“Iya. Tapi dialah yang memiliki buku nikah bersamamu, bukan aku!” aku menangis dalam pelukan suamiku, suami yang menikahiku secara siri. Cinta telah membutakanku, hingga aku rela menjadi istri kedua.

***

‘Ne..

Advertisements